Apa itu Non-Disclosure Agreement?

BAGIKAN:
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
laptop, office, hand-3196481.jpg

“Dalam menjalin kepentingan antar pihak diperlukan persesuaian kehendak melalui perjanjian yang mengikat dan dapat bersifat rahasia.”

Agreement atau yang disebut perjanjian dalam Pasal 1313 KUH Perdata adalah suatu perbuatan dimana satu orang atau lebih mengikatkan diri terhadap satu orang lain atau lebih. Pada umumnya Non-Disclosure Agreement (NDA) merupakan perjanjian yang digunakan untuk menjaga informasi yang bersifat rahasia. 

Dengan terang bahwa perjanjian dibuat dengan prinsip kebebasan berkontrak. Kebebasan berkontrak adalah kebebasan yang diberikan kepada masyarakat untuk mengadakan perjanjian tentang apa saja, asalkan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, kepatutan dan ketertiban umum (pasal 1338 ayat (2) jo. pasal 1337 KUH Perdata).

Sebagai suatu perjanjian, NDA menurut Pasal 1320 KUH Perdata harus memenuhi empat syarat, diantaranya:

  1. Sepakat mereka yang mengikatkan diri;
  2. Kecakapan untuk membuat suatu perikatan;
  3. Mengenai suatu hal tertentu; dan
  4. Suatu sebab yang halal.

Sebagaimana perjanjian umum, NDA berakibat hukum mengikat kedua pihak dalam perjanjian dan tidak dapat ditarik kembali menurut Pasal 1338 ayat (1) KUH Perdata.

NDA ini masuk dalam lingkup rahasia dagang. Hal ini sejalan dengan Pasal 1 angka 1 Undang-undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang (UU Rahasia Dagang), yang mendefinisikan rahasia dagang sebagai informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/atau bisnis, mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik informasi tersebut adalah merupakan rahasia dagang.

Suatu informasi dianggap rahasia apabila informasi tersebut hanya diketahui oleh pihak tertentu atau tidak diketahui secara umum oleh masyarakat, serta para pihak yang menguasainya telah melakukan langkah-langkah yang layak dan patut (Pasal 3 ayat (2) dan ayat (4) UU Rahasia Dagang). 

Sifat kerahasiaan informasi tersebut dapat digunakan untuk menjalankan kegiatan atau usaha yang bersifat komersial atau dapat meningkatkan keuntungan secara ekonomi dan apabila pemilik atau para pihak yang menguasainya telah melakukan langkah-langkah yang layak dan patut (Pasal 3 ayat (3) UU Rahasia Dagang).

Apabila dalam perjanjian NDA terdapat klausul yang diperjanjikan untuk bersifat rahasia, maka sepanjang tidak melanggar keadilan, kebiasaan atau undang-undang, hal tersebut sah untuk diperjanjikan (Pasal 1339 KUH Perdata). 

Pada praktik, NDA dibuat untuk menjaga kerahasian baik berupa rahasia dagang, kerugian dan hal lainya yang sekiranya berguna secara ekonomis bagi para pihak. Perjanjian dibuat karena ada beberapa hal yang tidak boleh atau belum boleh diketahui oleh umum.

Ingin belajar hukum dengan materi menarik langsung dengan ahlinya? Yuk belajar bareng di Smartlegal Academy. Belajar Hukum Jadi Mudah

Baca artikel kami lainnya seputar hukum melalui tautan berikut SmartLegal Academy Blog

Author: Ulfah Fadilah

TERBARU

SLA Instagram Follow Image
SLA Mentor Program
Instagram
Program
previous arrow
next arrow