Mengenal Konsep Conservatorship dari Hukum Indonesia

BAGIKAN:
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

“Dunia diguncangkan dengan adanya gerakan media sosial #FREEBRITNEY yaitu gerakan membebaskan penyanyi Amerika Serikat dari perjanjian pengampuan.”

Menurut Black’s Law Dictionary bahwa Conservatorship merupakan konsep hukum pengampuan di Amerika Serikat, di mana pengadilan akan menunjuk pengampu atau guardian atas seorang individu yang dianggap tidak bisa membuat keputusannya sendiri. Biasanya, conservatorship ditujukan untuk kelompok lansia, penderita demensia, atau gangguan kejiwaan.

Dilansir dari VOA Indonesia, sejak 2008, pengadilan memutuskan Britney harus berada dalam conservatorship karena dianggap memiliki gangguan mental dan tidak sanggup mengelola aset pribadi. Sejak saat itu, ayahnya, Jamie Spears, yang mengatur semua aspek kehidupannya, baik pribadi maupun keuangan.

Perwalian Berdasarkan Hukum Indonesia

Peristiwa hukum perwalian diatur dalam KUHPerdata dalam bab hukum keluarga (familierecht). Hukum keluarga merupakan bagian dari hukum privat yakni keperdataan. Peristiwa hukum perwalian (voogdij) adalah peristiwa hukum pengawasan terhadap anak yang di bawah umur, yang tidak berada di bawah kekuasaan orang tua serta pengurusan benda atau kekayaan anak tersebut diatur oleh Undang-Undang. 

Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 50 ayat (1) mengatur terkait perwalian atas pertanggungjawaban anak. Bahwa perwalian dapat dilaksanakan apabila anak belum mencapai umur 18 tahun atau belum pernah melangsukan perkawinan. Selanjutnya Pasal 51 menjelaskan penyebab adanya perwalian melalui penunjukan seorang dalam surat wasiat orangtua. Penunjukkan ini dapat meliputi keluarga anak atau orang lain yang sudah dewasa. Pasal 51 UU Perkawinan pun membahas kewajiban yang harus dilakukan atas tanggung jawab terhadap anak wali..

ayat (1), anak yang berada di bawah perwalian terdiri atas tiga kategori: (1) anak sah yang kekuasaan orang tuanya telah dicabut; (2) anak sah yang perkawinan orang tuanya putus karena perceraian; dan (3) anak yang lahir di luar perkawinan (natuurlijk kind).

Penyebab adanya perwalian meliputi dua penyebab; perintah undang-undang dan perintah wasiat. 

Perintah undang-undang 

Perwalian karena perintah undang-undang diatur dalam Pasal 345-354 KUH Perdata. Dalam perwalian yang didasarkan pada perintah undang-undang ini berlaku apabila:

  1. Satu orang tua meninggal, sehingga orang tua yang masih hidup dengan sendirinya menjadi wali bagi anak-anaknya
  2. Anak yang lahir di luar perkawinan akan berada di bawah perwalian orang tua kandung yang mengakuinya; dan
  3. Seorang anak yang tidak memiliki wali, maka atas permintaan salah satu pihak yang berkepentingan atau atas perintah jabatannya, hakim dapat menunjuk seorang wali. 

Perintah wasiat

Sedangkan perwalian karena perintah wasiat terjadi apabila salah satu orang tua menunjuk orang lain untuk menjadi wali bagi anak-anaknya. Penunjukan tersebut dituangkan dalam surat wasiat dan hanya dapat dijalankan apabila orang tua yang masih hidup, karena suatu sebab, tidak dapat menjadi wali (Pasal 355 ayat (1) KUH Perdata).

Pengampuan Berdasarkan Hukum Indonesia

Sedangkan Indonesia pula mengenal pengampuan dalam Pasal 1330 KUH Perdata ketidakcakapan subjek hukum karena hal tertentu yaitu Anak yang belum dewasa; Orang yang berada di bawah pengampuan; Perempuan yang telah kawin dalam hal-hal yang ditentukan undang-undang dan pada umumnya semua orang yang oleh undang-undang dilarang untuk membuat persetujuan tertentu Namun, dengan dasar SEMA No. 3/1963 jo. Pasal 31 UU No. 1/1974, maka perempuan yang masih terikat dalam perkawinan sudah cakap melakukan perbuatan hukum sendiri  dikarenakan sudah tidak ada perbedaan lagi antara perempuan dan laki-laki dalam melakukan perbuatan hukum perdata saat ini; dan Orang yang dilarang oleh undang-undang untuk melakukan perbuatan tertentu.

Hal penting yang membedakan antara perwalian dan pengampuan dilihat dari cakap tidaknya subjek yang diampu maupun diwalikan melalui putusan maupun diperintahkan undang-undang. Dengan demikian hukum Indonesia mengenal adanya konsep conservatorship melalui perwalian dan pengampuan.

Ingin belajar hukum dengan materi menarik lainnya? Yuk belajar bersama para ahlinya di Smartlegal Academy. Belajar Hukum Jadi Mudah

Baca artikel kami lainnya seputar hukum melalui tautan berikut SmartLegal Academy Blog

Author: Ulfah Fadilah

TERBARU

SLA Instagram Follow Image
SLA Mentor Program
Instagram
Program
previous arrow
next arrow